Pria Australia Tewas di Bar Thailand Akibat Perkelahian - Kabaru

Seorang warga negara AS telah menyerahkan diri ke polisi setelah seorang pria Australia berusia 43 tahun tewas.

Pria Australia Tewas di Bar Thailand Akibat Perkelahian

Pria Australia Tewas di Bar Thailand Akibat Perkelahian

Jakarta -

Seorang warga negara Amerika Serikat (AS) telah menyerahkan diri ke polisi setelah seorang pria Australia berusia 43 tahun tewas, menyusul perkelahian di sebuah bar di resor tepi pantai di selatan Thailand.

Poin utama:

Benjamin Robb asal Australia tewas karena luka termasuk pendarahan internal

Departemen Luar Negeri Australia mengatakan bahwa pihaknya memberikan bantuan kepada keluarga Robb

Seorang warga negara AS menyerahkan dirinya ke polisi Thailand setelah Robb meninggal di rumah sakit

Benjamin Robb, dari Newport di negara bagian Victoria, terlibat dalam perkelahian akibat perilaku mabuk di Klub Ruby, Pattaya, 150 kilometer tenggara Bangkok, Jumat (9/2/2018) malam yang lalu.

Laporan media Thailand mengatakan pertarungan tersebut terjadi antara Robb dan seorang warga AS yang tak disebutkan namanya, yang dilaporkan berusia sekitar 30 tahun.

Robb dilaporkan bertindak agresif terhadap warga AS itu dan staf lainnya di bar sebelum terjadi pertengkaran.

Robb mengalami luka parah di kepala dan bagian atas tubuhnya sebelum terjatuh tak sadarkan diri.

Warga AS itu pada awalnya melarikan diri dari tempat kejadian tapi kemudian menyerahkan dirinya ke polisi Thailand.

Robb dilaporkan dilempar ke seberang bar dan kemudian terus ditendang berulang-ulang di bagian kepala dan tubuh.

Petugas paramedis dan polisi Thailand cepat-cepat berada di tempat kejadian dan Robb dibawa ke Rumah Sakit Memorial Pattaya terdekat.

Meski menjalani perawatan, ia meninggal Sabtu (10/2/2018) dini hari akibat luka-lukanya, termasuk pendarahan internal.

Saksi mata mengatakan bahwa kedua pria tersebut banyak minum alkohol di siang hari dan tampak mabuk saat pertempuran tersebut terjadi.

Klub Ruby mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertengkaran itu singkat dan telah membuat sang warga Australia pingsan.

Warga AS, kata pernyataan tersebut, diperkirakan ditahan di penjara setidaknya selama 10 hari sebelum pengadilan dimulai.

Polisi Thailand mengatakan mereka akan melakukan penyelidikan menyeluruh.

Saksi mata mengatakan, beberapa bar di Pattaya sangat populer di kalangan mereka yang terlibat dalam olahraga angkat besi dan bela diri di Thailand.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) mengonfirmasi kematian seorang pria Australia di Thailand.

DFAT mengatakan bahwa pihaknya memberikan bantuan konsuler kepada keluarga pria tersebut, dan bahwa pihaknya tak bisa memberikan rincian lebih lanjut demi alasan privasi.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

(jor/jor)