Eks Pemain Ragukan Real Madrid Bisa Menang Lawan Paris Saint-Germain - Kabaru

Mantan pemain Real Madrid, Jorge Valdano, pesimistis raksasa Spanyol itu bisa menang atas Paris Saint

Eks Pemain Ragukan Real Madrid Bisa Menang Lawan Paris Saint-Germain

Eks Pemain Ragukan Real Madrid Bisa Menang Lawan Paris Saint-Germain
Para pemain Real Madrid merayakan gol ke gawang Levante yang dicetak Francisco Isco (tengah) dalam pertandingan La Liga Spanyol 2017-2018 di Stadion Ciutat de Valencia, Valencia, Spanyol, pada Sabtu (3/2/2018).

BOLASPORT.COM - Mantan pemain Real Madrid, Jorge Valdano, pesimistis raksasa Spanyol itu bisa menang atas Paris Saint-Germain pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions, Rabu (14/2/2018).

Real Madrid akan bertanding menjamu Paris Saint-Germain di Santiago Bernabeu.

Namun, eks pemain Los Blancos era 1990-an, Jorge Valdano, tidak yakin mantan timnya bisa mengatasi Paris Saint-Germain.

"Real Madrid membuat saya bingung. Saya akan butuh waktu beberapa saat untuk mengerti kalau mereka bisa sampai menyingkirkan PSG," kata Valdano, seperti dikutip BolaSport.com dari Marca.

Hanya saja, Valdano paham bahwa aspek sejarah dan pengalaman di Liga Champions bisa menguntungkan Cristiano Ronaldo dkk.

(Baca Juga: Dari Piala Presiden untuk Rakyat Indonesia)

"Mungkin kemenangan mereka juga takkan terlalu mengejutkan, karena bobot sejarah Real Madrid lebih besar," tutur sang legenda.

Real Madrid sendiri akan berhadapan dengan PSG di tengah sorotan terhadap performa mereka.

Namun, Valdano tetap percaya kalau pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, akan menerapkan strategi yang tepat.

(Baca Juga: Terlibat Skandal Video Porno, Lee Chong Wei: Itu Bukan Saya!)

"Sangat mudah kehilangan jati diri di kala krisis. Situasi Real Madrid saat ini menuntut tindakan, tetapi Zidane tidak mengubah apa-apa dan bertahan dengan formasi 4-3-3," ujar Valdano.

Valdano berpendapat tindakan Zidane sudah benar.

"Apa yang dilakukan Zidane adalah pertanda positif. Memang lebih produktif untuk bertahan dengan sistem yang bagus ketimbang mencari solusi baru yang malah membingungkan," ucapnya.